awaltumbuh.id
Kembali ke Edukasi
Masa Nifas

Rutin Periksa Kesehatan Ibu dan Bayi Selama Masa Nifas

27 Agustus 2026 4 menit baca
Rutin Periksa Kesehatan Ibu dan Bayi Selama Masa Nifas
Foto: pppa.gorontaloprov.go.id

Masa nifas adalah enam minggu pertama setelah melahirkan, dan justru di sinilah sebagian besar kematian ibu terjadi. Perdarahan, infeksi, dan tekanan darah tinggi setelah melahirkan bisa muncul ketika keadaan sudah terasa selesai: bayi sudah lahir, keluarga sudah pulang, dan perhatian berpindah seluruhnya ke si Kecil.

Karena itu pemeriksaan nifas dijadwalkan tiga kali, dan ketiganya untuk Ibu, bukan hanya untuk bayinya. Yang pertama antara 6 jam sampai 3 hari setelah melahirkan, yang kedua pada hari ke-4 sampai ke-28, dan yang ketiga pada hari ke-29 sampai ke-42.

Yang diperiksa pada Ibu: tekanan darah, suhu, pernapasan, denyut nadi, dan kadar hemoglobin. Empat yang pertama menangkap infeksi dan perdarahan sejak awal; yang terakhir menangkap kurang darah, yang membuat Ibu lemas berbulan-bulan kalau dibiarkan.

Jalan lahir dan rahim juga diperiksa, apakah ada tanda infeksi dan apakah rahim mengencang kembali sebagaimana mestinya. Rahim yang tidak berkontraksi dengan baik adalah salah satu penyebab perdarahan yang paling sering, dan itu tidak selalu terasa sakit.

Payudara diperiksa bentuk dan putingnya, termasuk apakah ada bengkak atau infeksi. Banyak ibu berhenti menyusui bukan karena air susunya kurang, melainkan karena nyeri yang sebenarnya bisa ditangani kalau ketahuan lebih awal.

Keadaan perasaan Ibu ikut diperiksa, dan ini bukan formalitas. Sedih berkepanjangan, cemas, atau merasa tidak sanggup mengurus bayi sendiri adalah keluhan yang punya penanganannya, dan menyebutkannya kepada bidan tidak membuat Ibu dinilai sebagai ibu yang buruk.

Pada bayi, penilaian dimulai sejak menit pertama. Skor APGAR diambil pada menit ke-1 dan ke-5 setelah lahir, menilai warna kulit, denyut jantung, refleks, gerakan, dan pernapasan, yaitu lima hal yang menunjukkan apakah bayi menyesuaikan diri dengan baik di luar rahim.

Sesudah itu bayi diperiksa untuk kelainan bawaan: kelainan jantung, gangguan perkembangan, dan kelainan organ. Berat lahir, tali pusat, dan kondisi fisik lainnya juga dicatat, karena angka-angka itulah yang kelak menjadi titik awal grafik pertumbuhannya.

Pada kunjungan nifas Ibu juga mendapat kapsul vitamin A, konseling menyusui, dan layanan keluarga berencana. Yang terakhir sering ditunda karena canggung dibicarakan, padahal jarak kelahiran yang terlalu dekat adalah salah satu penyebab stunting yang paling bisa dicegah.

Kalau muncul perdarahan banyak, demam, nyeri hebat, kejang, atau cairan berbau dari jalan lahir di antara jadwal kunjungan, jangan menunggu jadwal berikutnya. Itu tanda bahaya, dan datang lebih cepat selalu lebih baik daripada menyesal karena menunggu.

Ditulis redaksi awaltumbuh.id, mengacu pada materi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI · Baca sumber aslinya

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Hubungi bidan atau Puskesmas terdekat untuk saran yang sesuai kondisi Anda.