ASI Eksklusif Enam Bulan, dan Kenapa Tanpa Tambahan Apa Pun

ASI eksklusif berarti bayi hanya diberi ASI selama enam bulan penuh, tanpa tambahan air, madu, susu formula, atau makanan apa pun, kecuali obat dan vitamin dari tenaga kesehatan. Enam bulan itu bukan angka bulat yang dikarang: sampai usia itu, ASI benar-benar mencukupi seluruh kebutuhan bayi, termasuk cairannya.
Yang membuatnya berbeda dari susu lain adalah isinya yang berubah mengikuti bayi. ASI membawa asam lemak yang dipakai untuk membangun otak, zat kekebalan dari tubuh Ibu, dan hormon yang membantu bayi mengenali rasa kenyangnya sendiri. Hal terakhir itulah yang ikut menjelaskan mengapa menyusui menurunkan risiko berat berlebih di kemudian hari.
Perlindungannya nyata: bayi yang mendapat ASI lebih jarang terkena diare, infeksi saluran napas, radang telinga, dan meningitis. Menyusui juga menurunkan risiko kematian bayi mendadak, dan menurut Kementerian Kesehatan dapat menurunkan angka kematian anak sampai 13 persen.
Pada hari pertama, bayi biasanya menyusu 5 sampai 12 kali dalam 24 jam. Hari kedua dan ketiga sering terasa paling melelahkan karena frekuensinya naik menjadi 10 sampai 12 kali dan belum berpola. Setelah sekitar satu minggu, polanya mulai teratur di kisaran delapan kali sehari.
Patokan yang dipakai sesudah itu adalah 8 sampai 12 kali sehari, atau kapan pun bayi meminta. Satu kali menyusu umumnya berlangsung 20 sampai 30 menit untuk kedua sisi payudara. Jangan menghitung menit dengan kaku: yang lebih penting bayi melepas sendiri, bukan dilepas karena waktunya habis.
Posisi menentukan lebih banyak daripada yang disangka. Kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus, hidungnya sejajar dengan puting, dan badannya menempel penuh ke tubuh Ibu. Bayi yang lehernya terpuntir akan cepat lelah dan melepas sebelum kenyang.
Pelekatan yang benar dikenali dari empat tanda: mulut bayi terbuka lebar, dagunya menempel ke payudara, areola lebih banyak terlihat di atas bibir daripada di bawah, dan bibir bawahnya terlipat keluar. Pelekatan yang benar hampir tidak menimbulkan nyeri, jadi puting lecet biasanya pertanda pelekatan yang keliru, bukan pertanda Ibu kurang tahan sakit.
ASI perah memberi ruang bagi ibu yang bekerja atau perlu berpisah sebentar. Aturan penyimpanannya: pada suhu ruang 27 sampai 32 derajat Celsius tahan sekitar 4 jam, di tas pendingin 24 jam, di lemari es 48 sampai 72 jam, di freezer satu pintu 2 minggu, dan di freezer dua pintu 3 sampai 6 bulan.
Kalau ASI dirasa kurang, yang perlu diperiksa lebih dulu bukan makanan Ibu melainkan seberapa sering bayi menyusu dan bagaimana pelekatannya. Produksi ASI mengikuti permintaan: makin sering dikosongkan, makin banyak yang dibuat. Popok basah yang cukup dan berat badan yang naik adalah tanda paling jujur bahwa ASI-nya memang cukup.
Tidak semua ibu melalui ini dengan mudah, dan meminta bantuan bukan tanda gagal. Bidan, konselor menyusui di Puskesmas, dan kader Posyandu sudah biasa menangani puting lecet, payudara bengkak, dan bayi yang sulit melekat, yaitu tiga hal yang paling sering membuat ibu berhenti sebelum enam bulan.
Ditulis redaksi awaltumbuh.id, mengacu pada materi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI · Baca sumber aslinya
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Hubungi bidan atau Puskesmas terdekat untuk saran yang sesuai kondisi Anda.


