Memulai MPASI: Prinsip, Tekstur, dan Contoh Menunya

MPASI dimulai pada usia enam bulan, ketika ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan energi dan zat besi bayi. Memulai lebih awal membuat bayi minum ASI lebih sedikit tanpa mendapat gantinya yang setara; memulai terlalu lambat membuatnya tertinggal justru pada bulan-bulan yang paling menentukan.
Yang berubah pada tiap tahap usia adalah teksturnya. Pada usia 6 sampai 8 bulan, makanan diberikan lumat, misalnya bubur kental, kentang, pisang, atau alpukat yang dilumatkan. Masak dengan cara direbus atau dikukus, bukan digoreng.
Pada usia 9 sampai 11 bulan, teksturnya dinaikkan menjadi cincang kasar. Ini bukan sekadar soal gizi: bayi sedang belajar menggigit dan menggenggam, dan bayi yang terus diberi makanan halus sampai lewat usia ini sering menolak makanan bertekstur di kemudian hari.
Pada usia 12 sampai 23 bulan, anak sudah bisa ikut makan makanan keluarga, yaitu nasi dengan lauk yang dipotong kecil. Kebutuhan proteinnya justru meningkat di rentang ini, jadi lauk hewani sebaiknya ada setiap hari, bukan sesekali.
Jadwalnya tiga kali makan utama dan dua kali selingan, dalam porsi kecil. Jadwal yang tetap membantu anak mengenali rasa lapar; anak yang diberi camilan sepanjang hari jarang benar-benar lapar pada jam makan.
Yang perlu ada di piringnya: karbohidrat sebagai sumber tenaga, protein hewani dan nabati, lemak sehat, serta vitamin A, vitamin C, zat besi, dan folat. Protein hewani paling sering terlewat padahal paling penting, dan telur, ikan, ayam, serta hati adalah pilihan yang murah.
Untuk anak yang berat badannya sulit naik, beberapa bahan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan adalah pisang, alpukat, oatmeal, ikan, ayam, telur, dan kentang. Menambahkan sedikit minyak atau santan pada bubur juga menaikkan energinya tanpa menambah banyak volume yang harus dihabiskan anak.
Perkenalkan satu bahan baru dalam satu waktu, dan tunggu dua sampai tiga hari sebelum menambah yang lain. Kalau muncul ruam, muntah, atau diare, Ibu jadi tahu persis bahan mana penyebabnya, sesuatu yang mustahil ditelusuri kalau lima bahan baru diberikan sekaligus.
Kebersihan sama pentingnya dengan isi piringnya. Cuci tangan sebelum memasak dan sebelum menyuapi, gunakan peralatan yang bersih, dan jangan menyimpan sisa MPASI terlalu lama pada suhu ruang. Diare berulang menghapus kemajuan berat badan yang dikumpulkan berminggu-minggu.
Garam dan gula dibatasi, bahkan setelah anak berusia satu tahun. Anak belum membutuhkannya untuk merasa makanan itu enak, dan lidah yang terbiasa asin atau manis sejak dini akan membawa kebiasaan itu jauh ke masa dewasa.
Terakhir, timbang anak setiap bulan selama masa MPASI. Menu yang bagus di atas kertas tetap harus dibuktikan oleh kurva pertumbuhannya, dan kalau kurvanya mendatar, yang perlu diperiksa bukan hanya menunya melainkan juga frekuensi, tekstur, dan cara memberikannya.
Ditulis redaksi awaltumbuh.id, mengacu pada materi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI · Baca sumber aslinya
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Hubungi bidan atau Puskesmas terdekat untuk saran yang sesuai kondisi Anda.


